Sеlаmаt tіbа kеmbаlі kе blоg Autоеxроѕе, mеdіа іndіреndеn уаng mеmbаhаѕ ѕеgаlа реrѕоаlаn kеndаrааn ѕесаrа еkѕрlіѕіt lеngkар bеѕеrtа ѕоluѕіnуа.
Hari ini kita akan membahas hal yang cukup krusial, saya sebut krusial alasannya adalah dari judulnya saja anda niscaya bisa mengira. Seperti kejadian kecelakaan beruntun yang baru saja terjadi permulaan september tahun ini di Tol Cipularang, dimana biang keroknya yakni truk yang mengalami rem blong.
Padahal hal yang menyebabkan rem blong ini kadang juga cukup sepele, tetapi lihat saja begitu mengerikannya hal sepele ini hingga bisa mengorbankan nyawa bukan nyawa kita saja namun pengguna jalan yang lain yang sudah sesuai aturan kemudian lintas.
Lalu apa saja hal- hal yang dapat jadi penyebab rem tidak pakem ? Autoexpose akan membahasnya secara rinci namun gampang diketahui.
1. Sіѕtеm Rеm Mаѕuk Angіn
Ini yaitu hal yang betul-betul mampu terjadi, bukan Cuma insan yang bisa mengalami masuk angin namun rem kendaraan beroda empat juga mampu mengalami masuk angin. Tapi masuk angin pada rem kendaraan beroda empat itu tidak mirip insan yang memuntahkan isi perutnya kemudian dikerok saja sembuh.
Masuk angin rem mobil hanyalah istilah yang menggambarkan adanya udara atau angin yang masuk kedalam saluran minyak rem.
Mengapa udara ini mampu menyebabkan kegagalan tata cara rem ?
Saya akan menunjukan sedikit tentang tata cara hidrolik, kita tahu sistem hidrolik hanyalah media untuk memindahkan tekanan dari input (dalam hal ini pedal rem) ke output (dalam hal ini rem kendaraan beroda empat). Media yang digunakan pada metode hidrolik ini pada umumnya berupa cair seperti minyak rem alasannya ialah mempunyai volume yang tetap (tidak mengembang dan mengempis bila ditekan) sehingga bisa memindahkan tenaga secara efisien.
Tapi udara, volumenya mampu mengembang dan mengempis. Apalagi saat ditekan, sehingga ketika masuk ke metode hidrolik udara ini akan menyerap tekanan yang diberikan input dan menimbulkan rem tidak melakukan pekerjaan .
Itulah sebabnya dikala masuk angin, pedal rem akan terasa sangat ringan.
Lalu apa yang menimbulkan masuk angin pada rem kendaraan beroda empat ?
Ini disebabkan alasannya volume minyak rem pada reservoir kurang, sehingga udara mampu dengan mudah masuk lewat inlet. Oleh alasannya adalah itu jangan pernah lewatkan pengecekan minyak rem, bila perlu bawa minyak rem cadangan untuk jaga-jaga bila sewaktu-waktu volume minyak rem menyusut.
Baca juga : Cаrа аtаѕі rеm kеndаrааn bеrоdа еmраt уаng mаѕuk аngіn
2. Bоѕtеr Rеm Ruѕаk
Berikutnya, ada unsur yang berjulukan boster rem. Fungsinya untuk meringankan pedal rem sewaktu beroperasi sehingga berkat adanya boster rem ini rem bisa sangat pakem walaupun kita hanya sedikit menginjak pedal rem ini.
Ketika boster rem rusak, maka rem akan terasa lebih berat sehingga dengan penitikberatan yang biasa rem terasa kurang pakem.
Meski demikian, problem ini tidak terlalu berbahaya anda cuma perlu menekan pedal rem lebih keras lagi untuk membuat rem kembali pakem.
Tanda boster rem yang rusak, bisa anda deteksi dikala menghidupkan mesin. Coba bedakan penitikberatan pedal rem dikala mesin mati dan hidup, kalau rem lebih ringan dikala mesin hidup maka boster rem wajar . Tapi jikalau sama saja mempunyai arti boster rem rusak.
3. Sеlаng mіnуаk rеm mаmреt
Bisa saja selang hidrolik rem tertekuk atau mampet alasannya adalah kotoran, itu menyebabkan ajaran minyak rem terganggu. Sehingga tekanan minyak rem dari pedal rem, tidak dapat disalurkan secara sempurna ke kaliper rem.
Masalah-masalah ini memang sukar dideteksi, sebab siapa yang mau mengecek jalur selang rem dari ujung pedal hingga ke kaliper rem yang letaknya ada di kolong mobil. Selain itu duduk kasus ini juga sering terjadi secara tiba-datang sehingga tidak ibarat perkara masuk angin, kasus ini cenderung sulit diantisipasi.
Tapi jikalau kita melihat lebih jauh, apa yang mengakibatkan selang tertekuk itu lazimnya lantaran jalur selang rem berubah dari sebelumnya. Sementara selang rem yang mampet, itu disebabkan karena minyak rem tidak pernah diganti.
Oleh alasannya itu, langkah preventif yang bisa anda ambil yakni dengan merubah minyak rem secara terjadwal di bengkel – bengkel profesional.
4. Brаkе рrороrtіоnіng vаlvе mасеt
Apa itu brake proportioning valve ? mungkin anda bertanya-tanya, jadi rem kendaraan beroda empat itu beda dengan motor. Kalau di motor, ada rem depan dan ada rem belakang. sementara pada kendaraan beroda empat, ada rem utama dan rem parkir.
Rem utama itu sewaktu pedal rem ditekan, maka keempat roda akan mengerem dengan serentak. Sementar rem parkir cuma mengerem roda belakang.
Jadi mampu dikatakan pada rem utama, hanya mempunyai satu input untuk empat output. Oleh alasannya adalah itulah mesti ada unsur yang membagikan tekanan dari pedal rem menuju empat ouput dengan porsi yang serupa.
Sederhananya, braka proportioning valve yakni pecahan yang membagikan penitikberatan rem dengan porsi yang serupa besar. Lalu, jikalau salah satu salurannya mampet maka takaran pengereman bisa berlainan antara satu roda dengan yang yang lain.
Itulah yang kadang menimbulkan kendaraan beroda empat kurang pakem dan condong oleng dikala kita injak rem.
Lalu bagaimana solusinya ?
BPV ini macet dikarenakan tersumbat kotoran dari minyak rem, jadi sama dengan point ketiga ini memang susah diantisipasi tetapi bisa dicegah apabila anda berkala mengganti minyak rem.
5. Kаmраѕ Rеm Hаbіѕ
Kampas rem, pecahan satu ini saya percaya sudah sangat familiar dengan anda. Sudah berapa kali anda mengganti kampas rem kendaraan beroda empat anda ? mengapa kampas rem kendaraan beroda empat senantiasa diganti ? 80 % dikarenakan telah anda pahami.
Makara disini saya hanya menjelaskan mengapa kampas rem yang habis bisa memunculkan rem tidak pakem.
Alasannya, alasannya penggalan kampas yang bisa menghambat putaran roda mobil itu bab permukaan kampasnya. Makara kalau kampas habis, otomatis tidak ada lagi yang bisa menahan putaran roda mobil.
Sehingga pas pedal rem ditekan, suara berdecit akan muncul cukup kencang namun kendaraan beroda empat sukar berhenti.
6. Pіѕtоn Pаdа Kаlіреr Rеm Mасеt
Bagi yang belum paham, kaliper rem itu serpihan yang menjepit piringan cakram, beberapa orang juga menyebutnya kepala babi.
Secara ringkasnya, didalam kaliper ada piston yang mengubah tekanan hidrolik menjadi gerakan mekanis yang menjepit piringan cakram.
Ketika piston ini macet, otomatis sekeras apapun anda menekan pedal rem piston pada kaliper ini cuma bergerak sedikit. Hasilnya, rem juga jadi tidak pakem. Hal yang menjadikan piston ini macet antara lain karena karat, kerak, kotoran yang masuk ke sela-sela piston.
Hal itu tidak mengherankan mengenang kaliper ini terletak pada roda kendaraan beroda empat sehingga yang namanya cipratan air, debu, sudah menjadi hal yang biasa. Untuk mengatasinya, kita hanya perlu melepas kaliper kemudian membersihkannya. Kalau kotoran yang mengalangi sudah dibersihkan maka piston akan kembali melaksanakan pekerjaan dengan wajar .