Perhitungan Nilai Panas Saat Pengelasan

Perhitungan Nilai Panas Saat Pengelasan
Pengelasan merupakan proses penyambungan dua buah logam atau lebih dengan cara dicairkan sebagian dari logam induk dengan bantuan panas baik dari nyala busur listrik ataupun nyala api. Untuk pengelasan busur listrik panas yang dihasilkan dari nyala busur listrik diantara ujung elektroda dan bahan yang akan dilas. Panas yang dihasilkan dari nyala busur listrik harus tinggi agar dapat mencairkan logam sehingga terjadi ikatan yang baik. Nilai panas ini dapat dicari dengan memperhatikan tegangan yang digunakan, arus yang digunakan dan lamanya waktu yang dibutuhkan saat pengelasan. Agar lebih jelasnya nilai panas dapat dicari dengan menggunakan rumus dibawah ini : Keterangan : H adalah nilai panas dalam satuan joule E adalah tegangan listrik dalam satuan volt I adalah kuat arus listrik dalam satuan ampere t adalah waktu yang dibutuhkan dalam satuan detik atau second Contoh soal 1 : Didalam mesin las listrik terdapat trafo dengan tegangan listrik sebesar 220 volt dan kuat arus listrik sebesar 6…

About the author

Guru Teknik Otomotif di SMK Negeri 1 Seri Kuala Lobam.

Post a Comment