Ciri - Ciri Timing Belt harus diganti
Sebagai komponen yang cukup penting bagi mesin, komponen Timing Belt juga perlu dilakukan penggantian secara rutin. Timing Belt ini bisa diibaratkan sebagai urat nadi mesin. Ketika Timing Belt putus, umumnya komponen dalam mesin akan hancur, seperti contohnya piston, valve, camshaft, rocker arm dan lain sebagainya. Ini artinya, bisa dipastikan bahwa mobil akan mogok dan mesinnya tidak bisa dijalankan kembali sebelum diperbaiki. Jika kita merujuk pada buku petunjuk perawatan kendaraan, maka kita akan menemukan jangka waktu penggantian Timing Belt berada pada jarak tempuh sekitar 100.000 km. Meskipun begitu, tak jarang ketika jarak tempuh kendaraan belum masuk pada angka 100.000 km, timing belt sudah menunjukkan tanda-tanda perlu diganti. Pada beberapa kondisi seperti misalnya, kondisi medan tempuh dimana kendaraan dipakai, cara pemakaian kendaraan, kondisi suhu dan cuaca pada wilayah yang relatif lebih panas, disinyalir menjadi penyebab mengapa jarak penggantian Timing Belt menjadi m…
About the author
Guru Teknik Otomotif di SMK Negeri 1 Seri Kuala Lobam.