RPM Mobil Tidak Stabil Saat AC Dihidupkan, Cek 5 Penyebab Berikut
Salah satu dilema yang banyak dikeluhkan pembaca Autoexpose yaitu dilema RPM mesin yang naik turun terutama dikala AC dinyalakan.
Anda mungkin menerka masalahnya terletak pada metode AC kendaraan beroda empat mengenang gejalanya timbul hanya dikala AC dinyalakan. Tapi itu tidak menjamin kebenarannya, masalahnya prosedur pada mesin hingga tata cara AC itu sangat kompleks. Bisa saja itu disebabkan dari mesinnya itu sendiri.
Oleh alasannya itu hari ini Autoexpose akan menerangkan penyebab apa saja yang dapat mempengaruhi kinerja mesin menjadi tidak stabil beserta solusinya.
1. Kеruѕаkаn Idlе Sрееd Cоntrоl
Idle Speed Control (ISC) yakni bagian pada tata cara injeksi yang mengendalikan RPM mesin ketika idle atau stasioner biar tetap stabil sesuai beban kerja.
Normalnya, ISC akan mengontrol RPM mesin pada 750 – 800 Rotasi per menit. Namun beban kerja mesin senantiasa berubah-ubah, sehingga ISC bisa saja menset idle RPM menjangkau 1000 RPM. Contohnya saat ada salah satu busi yang mati, serta saat kompresor AC aktif akan memperbesar beban kerja mesin sehingga ISC secara otomatis menaikan RPM idle.
Tapi bagaimana jikalau ISC mempunyai kasus ?
Tentu saja akan menjadikan beberapa gejala, menyerupai mesin brebet di saat idle, hingga RPM mesin yang naik turun baik ketika AC mati atau dinyalakan.
Apabila kita hubungkan kerusakan ISC dengan AC yang dinyalakan pasti ada korelasinya, alasannya adalah ISC lah yang menaikan RPM mesin biar mesin tidak mati saat kompresor AC nyala. Sehingga dikala ISC berurusan, otomatis akan ada duduk perkara juga pada RPM mesin dikala AC dinyalakan.
Meski demikian, perkara ini masih termasuk ringan karena cuma menyebabkan RPM naik turun ketika AC nyala. Biasanya ini cuma disebabkan alasannya jarum ISC yang kotor. Sehingga untuk memperbaikinya pun kita pun cuma perlu membersihkan serpihan ISC.
2. Kаtuр gаѕ уаng ѕаrаt kоtоrаn
Selain kerusakan Idle Speed Control, rpm mobil yang naik turun juga bisa disebabkan alasannya yaitu keadaan throttle body yang telah sarat kotoran.
Lalu apa keterkaitannya dengan AC kendaraan beroda empat ?
Seperti kita pahami bahwa katup gas merupakan unsur yang berfungsi untuk mengontrol debit udara yang masuk ke ruang bakar. Pada posisi Idle, katup gas terbuka sangat sedikit alasannya adalah sebagian udara ketika idle akan masuki lewat saluran idle. Tapi masih ada udara yang masuk melalui katup gas.
Namun bagaimana kalau katup gas tersumbat kotoran ? ini akan membuat debit udara yang lewat menjadi tidak stabil kesannya RPM mesin akan naik turun. Apalagi ketika AC dinyalakan, kebutuhan udara menjadi lebih banyak sehingga akan sungguh terasa tidak stabil dikala AC dinyalakan.
Biasanya kotoran pada katup gas ini disebabkan alasannya adalah imbas saringan udara yang terlalu kotor, atau tidak pernah diganti. Memang benar, ada interval pencucian saringan udara lazimnya sekitar 10 ribu KM. Tapi buat anda yang berada didaerah berdebu, filter udara menjadi lebih singkat kotor sehingga mesti lebih sering membersihkannya.
Untuk membersihkan filter udara, cukup gunakan hembusan angin sementara untuk membersihkan katup gas perlu sumbangan pembersih kerak seperti karburator cleaner.
3. Intаkе mаnіfоld bосоr
Pada metode injeksi, jumlah udara yang masuk ke ruang bakar dihitung oleh air flow meter atau mass air flow, sensor ini biasanya terletak setelah filter udara sebelum katup gas.
Data dari air flow meter digunakan ECU untuk memilih seberapa banyak bensin yang perlu disemprotkan injektor supaya kinerja mesin ideal.
Tapi dikala ada kebocoran pada susukan intake utamanya sehabis sensor air flow niscaya beda ceritanya. Kebocoran ini akan menimbulkan pembacaan sensor tidak sesuai, alasannya adalah sensor membaca pemikiran udara yang cuma melewati sensor tersebut sementara jumlah udaranya ternyata lebih banyak lantaran udara terhisap masuk lewat intake manifold yang retak.
Ini akan menjadikan kinerja mesin menjadi kacau, sehingga problem mirip RPM tidak stabil pun bisa timbul.
Lalu bagaimana cara mengatasinya ?
Anda perlu menerima retakan pada intake manifold, bila ada anda perlu ganti penggalan yang retak tersebut. Selain retakan, sambungan yang tidak rapat juga bisa memunculkan kebocoran.
4. Sіrkulаѕі frеоn уаng tіdаk lаnсаr
Yang menambah beban kerja mesin di saat AC dinyalakan, itu alasannya sirkulasi freon. Jadi makin panjang jalur sirkulasi freonnya, maka makin besar juga beban kerja mesinnya. Tapi umumnya, sirkulasi freon sudah diset sedemikian rupa sesuai dengan kesanggupan mesinnya.
Tapi beda kisah bila sirkulasi freon tidak tanpa hambatan, ini akan memperbesar beban kerja mesin sehingga dikala AC dinyalakan mesin menerima beban lebih akhirnya RPM mesin jadi tidak stabil.
Umumnya sirkulasi freon bisa terganggu pada cuilan ;
Masalah nomor empat ini sudah masuk ranah duduk perkara metode AC sehingga untuk mengeceknya perlu perlindungan AC manifold pressure tester untuk mengetahui apakah tekanan freon AC stabil atau tidak. Kalau ada sirkulasi yang mampet, maka jarum tester menjadi tidak stabil.
5. Sіѕtеm іdlе uр еngіnе mеmрunуаі kаѕuѕ
Diatas bahu-membahu telah disinggung, sewaktu beban kerja mesin bertambah tamat kompresor AC yang aktif maka ISC secara otomatis mengembangkan RPM idle mesin, ini namanya tata cara idle up.
ISC sendiri diatur oleh ECU, sementara ECU patokannya kompresor dan sensor tekanan freon AC. Makara kalau sensor tersebut mengalami kerusakan, atau kabel sensor terkelupas bisa membuat ketidaksesuaian pembacaan data.
Hasilnya, tata cara idle up akan eror sehingga RPM mesin akan naik turun bahkan mati di saat AC dinyalakan.
Solusi untuk masalah metode kelistrikan mirip ini yakni dengan melakukan scanning menggunakan komputer.
Anda mungkin menerka masalahnya terletak pada metode AC kendaraan beroda empat mengenang gejalanya timbul hanya dikala AC dinyalakan. Tapi itu tidak menjamin kebenarannya, masalahnya prosedur pada mesin hingga tata cara AC itu sangat kompleks. Bisa saja itu disebabkan dari mesinnya itu sendiri.
Oleh alasannya itu hari ini Autoexpose akan menerangkan penyebab apa saja yang dapat mempengaruhi kinerja mesin menjadi tidak stabil beserta solusinya.
Pеnуеbаb RPM Mоbіl Nаіk Turun Sааt AC Dіnуаlаkаn
1. Kеruѕаkаn Idlе Sрееd Cоntrоl
Idle Speed Control (ISC) yakni bagian pada tata cara injeksi yang mengendalikan RPM mesin ketika idle atau stasioner biar tetap stabil sesuai beban kerja.
Normalnya, ISC akan mengontrol RPM mesin pada 750 – 800 Rotasi per menit. Namun beban kerja mesin senantiasa berubah-ubah, sehingga ISC bisa saja menset idle RPM menjangkau 1000 RPM. Contohnya saat ada salah satu busi yang mati, serta saat kompresor AC aktif akan memperbesar beban kerja mesin sehingga ISC secara otomatis menaikan RPM idle.
Tapi bagaimana jikalau ISC mempunyai kasus ?
Apabila kita hubungkan kerusakan ISC dengan AC yang dinyalakan pasti ada korelasinya, alasannya adalah ISC lah yang menaikan RPM mesin biar mesin tidak mati saat kompresor AC nyala. Sehingga dikala ISC berurusan, otomatis akan ada duduk perkara juga pada RPM mesin dikala AC dinyalakan.
Meski demikian, perkara ini masih termasuk ringan karena cuma menyebabkan RPM naik turun ketika AC nyala. Biasanya ini cuma disebabkan alasannya jarum ISC yang kotor. Sehingga untuk memperbaikinya pun kita pun cuma perlu membersihkan serpihan ISC.
2. Kаtuр gаѕ уаng ѕаrаt kоtоrаn

Lalu apa keterkaitannya dengan AC kendaraan beroda empat ?
Seperti kita pahami bahwa katup gas merupakan unsur yang berfungsi untuk mengontrol debit udara yang masuk ke ruang bakar. Pada posisi Idle, katup gas terbuka sangat sedikit alasannya adalah sebagian udara ketika idle akan masuki lewat saluran idle. Tapi masih ada udara yang masuk melalui katup gas.
Namun bagaimana kalau katup gas tersumbat kotoran ? ini akan membuat debit udara yang lewat menjadi tidak stabil kesannya RPM mesin akan naik turun. Apalagi ketika AC dinyalakan, kebutuhan udara menjadi lebih banyak sehingga akan sungguh terasa tidak stabil dikala AC dinyalakan.
Biasanya kotoran pada katup gas ini disebabkan alasannya adalah imbas saringan udara yang terlalu kotor, atau tidak pernah diganti. Memang benar, ada interval pencucian saringan udara lazimnya sekitar 10 ribu KM. Tapi buat anda yang berada didaerah berdebu, filter udara menjadi lebih singkat kotor sehingga mesti lebih sering membersihkannya.
Untuk membersihkan filter udara, cukup gunakan hembusan angin sementara untuk membersihkan katup gas perlu sumbangan pembersih kerak seperti karburator cleaner.
3. Intаkе mаnіfоld bосоr
Pada metode injeksi, jumlah udara yang masuk ke ruang bakar dihitung oleh air flow meter atau mass air flow, sensor ini biasanya terletak setelah filter udara sebelum katup gas.
Data dari air flow meter digunakan ECU untuk memilih seberapa banyak bensin yang perlu disemprotkan injektor supaya kinerja mesin ideal.
Tapi dikala ada kebocoran pada susukan intake utamanya sehabis sensor air flow niscaya beda ceritanya. Kebocoran ini akan menimbulkan pembacaan sensor tidak sesuai, alasannya adalah sensor membaca pemikiran udara yang cuma melewati sensor tersebut sementara jumlah udaranya ternyata lebih banyak lantaran udara terhisap masuk lewat intake manifold yang retak.
Ini akan menjadikan kinerja mesin menjadi kacau, sehingga problem mirip RPM tidak stabil pun bisa timbul.
Lalu bagaimana cara mengatasinya ?
Anda perlu menerima retakan pada intake manifold, bila ada anda perlu ganti penggalan yang retak tersebut. Selain retakan, sambungan yang tidak rapat juga bisa memunculkan kebocoran.
4. Sіrkulаѕі frеоn уаng tіdаk lаnсаr
Yang menambah beban kerja mesin di saat AC dinyalakan, itu alasannya sirkulasi freon. Jadi makin panjang jalur sirkulasi freonnya, maka makin besar juga beban kerja mesinnya. Tapi umumnya, sirkulasi freon sudah diset sedemikian rupa sesuai dengan kesanggupan mesinnya.
Tapi beda kisah bila sirkulasi freon tidak tanpa hambatan, ini akan memperbesar beban kerja mesin sehingga dikala AC dinyalakan mesin menerima beban lebih akhirnya RPM mesin jadi tidak stabil.
Umumnya sirkulasi freon bisa terganggu pada cuilan ;
- Kоndеnѕоr AC уаng mаmреt
- Kоmрrеѕоr AC аuѕ
Masalah nomor empat ini sudah masuk ranah duduk perkara metode AC sehingga untuk mengeceknya perlu perlindungan AC manifold pressure tester untuk mengetahui apakah tekanan freon AC stabil atau tidak. Kalau ada sirkulasi yang mampet, maka jarum tester menjadi tidak stabil.
5. Sіѕtеm іdlе uр еngіnе mеmрunуаі kаѕuѕ
Diatas bahu-membahu telah disinggung, sewaktu beban kerja mesin bertambah tamat kompresor AC yang aktif maka ISC secara otomatis mengembangkan RPM idle mesin, ini namanya tata cara idle up.
ISC sendiri diatur oleh ECU, sementara ECU patokannya kompresor dan sensor tekanan freon AC. Makara kalau sensor tersebut mengalami kerusakan, atau kabel sensor terkelupas bisa membuat ketidaksesuaian pembacaan data.
Hasilnya, tata cara idle up akan eror sehingga RPM mesin akan naik turun bahkan mati di saat AC dinyalakan.
Solusi untuk masalah metode kelistrikan mirip ini yakni dengan melakukan scanning menggunakan komputer.
Post a Comment for "RPM Mobil Tidak Stabil Saat AC Dihidupkan, Cek 5 Penyebab Berikut"
Berkomentar dengan bijak dan sesuai topik artikel.