4 Fungsi Piston Pada Mesin Kendaraan
Mungkin anda yang masih awam sudah sering mendengar piston atau jikalau orang bengkel lazimnya menyebut seher. Tapi apa anda telah tahu apa fungsi piston ini dan bagaimana cara kerja si piston ini ?
Untuk itu kami akan menerangkan semua hal ihwal piston, dari kegunaan, cara kerja, sampai faktor apa saja yang menyebabkan piston cepat rusak. Simak pembahasannya dibawah.
Piston itu mirip apa ?
Nama piston sendiri bahu-membahu diambil dari bahasa Inggris, jadi baik bahasa Indonesia atau inggris itu sama-sama piston. Bentuknya, bisa dibilang seperti klep pada pompa tabung.
Kalau anda punya pompa motor yang berupa tabung, maka untuk meniupkan udara kedalam ban dijalankan dengan mendorong udara didalam tabung pompa menggunakan klep yang sudah diberi batang panjang sehingga kita cuma menekan gagang pompanya secara bolak balik.
Meski demikian, bentuknya tidak sama persis. Klep pada pompa tabung itu tipis sementara piston punya bentuk mirip tabung yang lebih tebal.
Lalu apa manfaatnya ?
Fungsi piston secara lazim yaitu untuk mengatur volume silinder. Seperti halnya pompa tabung, bila kita tarik gagangnya keatas maka volume tabung menjadi lebih luas sehingga ada banyak udara yang masuk kedalam tabung tersebut.
Namun dikala gagang pompa ditekan, otomatis volume tabungnya menjadi mengecil sehingga udara yang sebelumnya berada didalam pompa terdorong masuk kedalam ban.
Piston pun demikian, cara kerjanya Cuma naik turun. Kalau piston berada pada posisi turun, itu mempunyai arti ekspansi dengan kata lain volume silinder menjadi lebih besar. Posisi ini pada mesin 4 tak dimanfaatkan untuk menghisap campuran udara dan bensin kedalam ruang bakar.
Saat piston pada posisi naik, volume silinder menjadi lebih kecil atau posisi kompresi. Pada posisi ini dimanfaatkan untuk menaikan tekanan dan temperatur gas yang sebelumnya sudah berada diruang bakar, juga dimanfaatkan untuk mendorong gas sisa pembakaran.
Tapi itu Cuma garis besarnya, kalau dirunut point demi point maka setidaknya ada 4 fungsi.
1. Mеnghіѕар udаrа kеdаlаm ѕіlіndеr
Pertama, piston dapat menghisap material pembakaran dari luar mudah-mudahan masuk kedalam silinder.
Bagaimana caranya ?
Piston hanya tinggal bergerak dari TMA (titik mati atas) ke TMB dikala langkah hisap, maka otomatis akan terjadi pembesaran volume silinder. Pembesaran volume tersebut akan menyedot material pembakaran (udara dan bensin) yang sudah terkumpul didalam intake manifold masuk ke silinder.
2. Mеngkоmрrеѕі mаtеrіаl dіdаlаm ѕіlіndеr
Piston juga berfungsi untuk mengkompresi atau menekan material pembakaran yang sebelumnya sudah terhisap supaya lebih gampang terbakar dan daya pembakarannya lebih besar.
Bagaimana caranya ?
Anda tahu pada siklus mesin 4 tak, seusai langkah hisap itu langkah kompresi. Untuk melaksanakan langkah kompresi maka piston bergerak dari TMB ke TMA dalam kondisi semua katup tertutup.
Ini akan menimbulkan pengecilan volume silinder, tetapi didalam silinder itu terdapat material pembakaran. Sehingga material pembakaran didalam silinder akan terkompres. Ini akan membuat lebih mudah proses pembakaran dan memperbesar daya hasil pembakaran.
3. Mеngkоnvеrѕі dауа еkраnѕі реmbаkаrаn mеnjаdі gеrаkаn еnеrgі mеkаnіk
Selanjutnya, piston juga berfungsi untuk mengganti energi ekpansi menjadi energi mekanik yang bisa dilihat oleh mata.
Caranya, ketika diakhir langkah kompresi maka harusnya busi menyala dan pembakaran terjadi. Pembakaran itu menciptakan ledakan didalam silinder, hasil dari ledakan itu berupa panas, energi ekpansi dan gas sisa pembakaran.
Yang dipakai selaku daya mesin yakni energi ekpansinya, tetapi daya ekpansi ini bentuknya masih belum tampaksehingga supaya bisa digunakan mesti diubah menjadi energi mekanik. Piston yang sebelumnya berada pada posisi TMA akan terdorong oleh energi ekpansi tersebut. Sehingga piston terhempas ke TMB.
Itulah proses pergeseran energi dari energi ekpansi pembakaran menjadi energi mekanik piston.
4. Mеndоrоng gаѕ ѕіѕа реmbаkаrаn kеluаr
Terakhir, setelah piston terhempas ke TMB piston akan kembali bergerak ke TMA alasannya ialah ada mekanisme engkol yang membelokan energi yang didapat piston supaya kembali bergerak keatas.
Saat piston bergerak ke TMA, terjadi pengecilan volume silinder. Saat ini katup buang terbuka sehingga gas buang mampu terdorong keluar.
Syarat – Syarat Piston
(Tаmbаhаn) mеngара ріѕtоn bіѕа bеrgеrаk dеngаn rіngаn tеtарі tіdаk bосоr ?
Ring piston yaitu kunci mengapa piston mampu bergerak dengan ringan didalam silinder dan mampu menahan daya ekpansi pembakaran semoga tidak bocor keluar. Ring piston merupakan plat tipis yang merapatkan celah antara piston dan blok silinder sehingga tidak ada kebocoran pada piston.
Sebenarnya, piston dan blok silinder itu tidak bergesekan.
Hal itu menjadi tanggapan mengapa piston bisa bergerak dengan ringan, ada beberapa argumentasi ;
Hal ini alasannya ring pistonlah yang sesungguhnya bergesekan secara pribadi dengan blok silinder. Sehingga anda sering mendengar ring piston aus tetapi jarang mendengar piston aus.
Untuk itu kami akan menerangkan semua hal ihwal piston, dari kegunaan, cara kerja, sampai faktor apa saja yang menyebabkan piston cepat rusak. Simak pembahasannya dibawah.
Piston itu mirip apa ?
Kalau anda punya pompa motor yang berupa tabung, maka untuk meniupkan udara kedalam ban dijalankan dengan mendorong udara didalam tabung pompa menggunakan klep yang sudah diberi batang panjang sehingga kita cuma menekan gagang pompanya secara bolak balik.
Meski demikian, bentuknya tidak sama persis. Klep pada pompa tabung itu tipis sementara piston punya bentuk mirip tabung yang lebih tebal.
Lalu apa manfaatnya ?
Fungsi piston secara lazim yaitu untuk mengatur volume silinder. Seperti halnya pompa tabung, bila kita tarik gagangnya keatas maka volume tabung menjadi lebih luas sehingga ada banyak udara yang masuk kedalam tabung tersebut.
Namun dikala gagang pompa ditekan, otomatis volume tabungnya menjadi mengecil sehingga udara yang sebelumnya berada didalam pompa terdorong masuk kedalam ban.
Piston pun demikian, cara kerjanya Cuma naik turun. Kalau piston berada pada posisi turun, itu mempunyai arti ekspansi dengan kata lain volume silinder menjadi lebih besar. Posisi ini pada mesin 4 tak dimanfaatkan untuk menghisap campuran udara dan bensin kedalam ruang bakar.
Tapi itu Cuma garis besarnya, kalau dirunut point demi point maka setidaknya ada 4 fungsi.
1. Mеnghіѕар udаrа kеdаlаm ѕіlіndеr
Pertama, piston dapat menghisap material pembakaran dari luar mudah-mudahan masuk kedalam silinder.
Bagaimana caranya ?
Piston hanya tinggal bergerak dari TMA (titik mati atas) ke TMB dikala langkah hisap, maka otomatis akan terjadi pembesaran volume silinder. Pembesaran volume tersebut akan menyedot material pembakaran (udara dan bensin) yang sudah terkumpul didalam intake manifold masuk ke silinder.
2. Mеngkоmрrеѕі mаtеrіаl dіdаlаm ѕіlіndеr
Piston juga berfungsi untuk mengkompresi atau menekan material pembakaran yang sebelumnya sudah terhisap supaya lebih gampang terbakar dan daya pembakarannya lebih besar.
Bagaimana caranya ?
Anda tahu pada siklus mesin 4 tak, seusai langkah hisap itu langkah kompresi. Untuk melaksanakan langkah kompresi maka piston bergerak dari TMB ke TMA dalam kondisi semua katup tertutup.
Ini akan menimbulkan pengecilan volume silinder, tetapi didalam silinder itu terdapat material pembakaran. Sehingga material pembakaran didalam silinder akan terkompres. Ini akan membuat lebih mudah proses pembakaran dan memperbesar daya hasil pembakaran.
3. Mеngkоnvеrѕі dауа еkраnѕі реmbаkаrаn mеnjаdі gеrаkаn еnеrgі mеkаnіk
Selanjutnya, piston juga berfungsi untuk mengganti energi ekpansi menjadi energi mekanik yang bisa dilihat oleh mata.
Caranya, ketika diakhir langkah kompresi maka harusnya busi menyala dan pembakaran terjadi. Pembakaran itu menciptakan ledakan didalam silinder, hasil dari ledakan itu berupa panas, energi ekpansi dan gas sisa pembakaran.
Yang dipakai selaku daya mesin yakni energi ekpansinya, tetapi daya ekpansi ini bentuknya masih belum tampaksehingga supaya bisa digunakan mesti diubah menjadi energi mekanik. Piston yang sebelumnya berada pada posisi TMA akan terdorong oleh energi ekpansi tersebut. Sehingga piston terhempas ke TMB.
Itulah proses pergeseran energi dari energi ekpansi pembakaran menjadi energi mekanik piston.
4. Mеndоrоng gаѕ ѕіѕа реmbаkаrаn kеluаr
Terakhir, setelah piston terhempas ke TMB piston akan kembali bergerak ke TMA alasannya ialah ada mekanisme engkol yang membelokan energi yang didapat piston supaya kembali bergerak keatas.
Saat piston bergerak ke TMA, terjadi pengecilan volume silinder. Saat ini katup buang terbuka sehingga gas buang mampu terdorong keluar.
Syarat – Syarat Piston
- Pіѕtоn mеѕtі rіngаn, аlаѕаnnуа ріѕtоn іnі сumа mеdіа untuk mеnjаlаnkаn ѕіkluѕ mеѕіn. Kаlаu bоbоt ріѕtоn bеrаt mаkа еnеrgі реmbаkаrаn lеbіh bаnуаk tеrѕеrар untuk mеnggеrаkаn ріѕtоn ѕеndіrі ѕеhіnggа роwеr mеѕіn аkаn lеmаh.
- Tаhаn kераdа dауа еkраnѕі/lеdаkаn, mungkіn аndа tіdаk mеndugа bіlа dіdаlаm mеѕіn іtu tеrjаdі lеdаkаn ѕесаrа tеruѕ-mеnеruѕ. Hаl іtu ѕеbаb mеmаng ріѕtоn bіѕа mеnаhаn lеdаkаn tеrѕеbut dаn mеngkоnvеrѕі ѕеmuа еnеrgіnуа kе еnеrgі mеkаnіk. ѕеhіnggа tіdаk dауа lеdаk уаng bосоr kеluаr mеѕіn.
- Tіdаk flеkѕіbеl dаn tаhаn реmuаіаn, ріѕtоn mеmаng уаng dіbuаt dаrі lоgаm dаn ѕіfаt lоgаm іtu mеmuаі kаlаu tеrkеnа раnаѕ tеrlеbіh dіdаlаm ѕіlіndеr, реmbаkаrаn bіѕа mеnсірtаkаn раnаѕ уаng tіnggі. Olеh аlаѕаnnуа іаlаh іtu ѕеbuаh ріѕtоn mеѕtі dіbеntuk dеngаn gаbungаn lоgаm-lоgаm khuѕuѕ ѕеmоgа mеmрunуаі реmuаіаn уаng ѕаngаt mіnіm dаn tіdаk flеkѕіbеl.
(Tаmbаhаn) mеngара ріѕtоn bіѕа bеrgеrаk dеngаn rіngаn tеtарі tіdаk bосоr ?
Ring piston yaitu kunci mengapa piston mampu bergerak dengan ringan didalam silinder dan mampu menahan daya ekpansi pembakaran semoga tidak bocor keluar. Ring piston merupakan plat tipis yang merapatkan celah antara piston dan blok silinder sehingga tidak ada kebocoran pada piston.
Sebenarnya, piston dan blok silinder itu tidak bergesekan.
Hal itu menjadi tanggapan mengapa piston bisa bergerak dengan ringan, ada beberapa argumentasi ;
- Cеlаh ріѕtоn dаn blоk ѕіlіndеr іtu tеrlіhаt bеѕаr
- Rіng ріѕtоn аkаn mеnаhаn роѕіѕі ріѕtоn ѕеmоgа tіdаk bеrgеѕеkаn dеngаn blоk ѕіlіndеr
Hal ini alasannya ring pistonlah yang sesungguhnya bergesekan secara pribadi dengan blok silinder. Sehingga anda sering mendengar ring piston aus tetapi jarang mendengar piston aus.
Post a Comment for "4 Fungsi Piston Pada Mesin Kendaraan"
Berkomentar dengan bijak dan sesuai topik artikel.