Bagian-bagian mesin mobil yang tidak boleh kena air

Setelah mobil digunakan untuk sekian usang, biasanya, ruangan mesin juga kerap ikut kotor tanggapan debu dan kotoran lainnya yang masuk kedalam ruang mesin. Sebagai kepingan dari perawatan dan keinginannya mudah-mudahan mesin "enak dipandang", tak jarang banyak pemilik kendaraan beroda empat yang ingin membersihkan mesin mobilnya supaya bisa kembali higienis dan segar dipandang.

Sebenarnya banyak cara yang bisa dilakukan untuk membersihkan mesin kendaraan beroda empat ini, namun yang paling ringkas dan ekonomis ialah dengan menyiramnya dengan air hingga mesin tampakkembali bersih mirip gres.

Namun jangan salah, membersihkan mesin dengan menyiramkan air ini sungguh rawan dan bisa menyebabkan mobil mogok. Ada kepingan-bab mesin mobil yang sebaiknya dihentikan kena air dikala pembersihan dilaksanakan.

Setelah mobil digunakan untuk sekian lama Bagian-bagian mesin mobil yang tidak boleh kena air

Nah apa saja bagian-penggalan mesin tersebut ? Berikut yakni 8 bab mesin kendaraan beroda empat yang tidak boleh kena air sat membersihkan mesin...


1. Dеlсо (Dіѕtrіbutоr)


Jika mesin kendaraan beroda empat anda masih memakai agen /delco, maka bab ini pantang untuk terkena air. Distributor memegang peranan penting dalam distribusi pengapian untuk spark plug (busi) di mesin. Ketika komponen ini terkena air, lazimnya mesin kendaraan beroda empat menjadi sukar dihidupkan.

Ada baiknya untuk menutupi distributor ini dengan plastik atau semacamnya sebelum menyiram mesin dengan air.


2. Kоіl (Ignіtіоn Cоіl)


Selain distributor, bab mesin yang satu ini juga dilarang kena air. Koil atau Ignition coil mempunyai fungsi untuk menghasilkan bunga api listrik di busi. Ketika koil ini tersiram air, besar kemungkinan akan terjadi short circuit yang mampu menyebabkan koil tersebut rusak. Atau, ketika socket pada koil kemasukan air, maka pengapian ke busi akan hilang. Efeknya mesin bisa mogok.


3. Sеnѕоr-ѕеnѕоr dаn ѕосkеtnуа


Bagian mesin mobil yang tidak boleh kena air ketika membersihkan mesin yaitu unsur sensor-sensor dan socketnya. Di mobil, ada beberapa sensor yang terpasang di mesin dan mempunyai imbas besar terhadap hidupnya mesin, merupakan sensor CKP (crankshaft position sensor) dan sensor CMP (Camshaft position sensor).

Meskipun secara lazim setiap socket yang ada dimesin sudah diberi sekat karet untuk mencegah air masuk, namuan sekat tersebut lambat laun akan getas dan mengeras sehingga soket menjadi tidak kedap air lagi.

Berhati-hatilah pada bab socket di kedua sensor tersebut, jangan menyiram air bertekanan pada kedua socket sensor karena mampu menimbulkan short circuit dan kendaraan beroda empat bisa mogok tidak inginhidup dikala distarter.


4. Injесtоr dаn Sосkеtnуа


Perhatikan pada bab socket injekor mesin. Hindari menyiram air pada penggalan ini. Injektor berfungsi untuk meninjeksikan materi bakarke masing-masing silinder mesin. Tempat socket yang ada pada injektor mampu menampung air yang masuk. Jika karet pelindung socket rusak, maka air akan masuk ke tempat socket injektor dan mengenangi socket.

Ketika arus listrik dari ECU mengalir untuk mengaktifkan injecktor, mampu jadi injektor akan mengalami short dan merambat sampai ke ECU mesin. Sebaiknya gunakan kuas saja untuk membersihakn di sekeliling serpihan socket injektor ini.


5. ECU (bіlа dіlеtаkkаn dі ѕеrріhаn mеѕіn)


Pada sebagian mobil keluaran eropa (mirip mercedez-bens misalnya), kita kerap menemukan Engine Control Unit (ECU) yang dipasang tepat diatas mesin. Berhati-hatilah ketika membersihkan mesin pada kendaraan beroda empat yang mirip ini.

Jika air sampai masuk kedalam sela-sela socket ECU, atau bahkan merembes masuk kedalam ECU, mampu jadi kendaraan beroda empat akan mogok karena ECU short atau rusak.

Bаса jugа :


6. Fuѕе Bоx


Fuse box atau boks sekring juga menjadi satu bagian mesin kendaraan beroda empat yang dihentikan kena air. Fuse box merupakan sentral pengaman dan tempat relay-relay utama di seluruh tata cara kelistrikan kendaraan beroda empat.

Bisa anda bayangkan bila bagian yang satu ini disiram air... Korsleting dan kerusakan komponen elektrikal lainnya di mobil bisa menjadi kerugian anda.


7. Altеrnаtоr (Dіnаmо Amреrе)


Meskipun pada kenyataannya alternator cukup handal terhadap air, namun sebaiknya hindari untuk menyiramkan air pada penggalan yang satu ini. Kerusakannya kerap tidak eksklusif terlihat dikala itu juga, acap kali timbul sesudah lebih dari 2 hari pakai.

Alternator yang rusak lazimnya ditandai dengan menyalanya lampu indikator bergambar aki di dashboard mobil. Makara sebaiknya bungkus belahan yang satu ini dengan plastik agar tidak kena air ketika membersihkan mesin kendaraan beroda empat.


8. Thrоttlе bоdу


Bagian mesin mobil yang tidak boleh kena air yang terakhir ombro ketahaui yaitu pecahan throttle body. Throttle body letaknya akrab dengan intake manifold dan saringan udara. Di throttle body ini terdapat lubang-lubang angin serta sensor TPS dan ISC motor.

Sensor tps yang terkena air umumnya bisa membuat indikator lampu check engine menyala, sedangkan ISC motor yang short bisa menciptakan rpm idling mesin menjadi tidak stabil. Selain itu, air yang masuk kedalam throtle bodi juga sungguh berbahaya bagi mesin.

Jika jumlah air yang masuk telalu banyak, maka mesin bisa mengalami water hammer, yakni rusaknya piston tanggapan menumbuk air didalam silinder. Jika ini terjadi, turun mesin yakni satu-satunya cara perbaikan yang dijalankan.

Nah, itulah 8 belahan mesin kendaraan beroda empat yang dilarang kena air ketika membersihkan mesin mobil. Semoga bisa berkhasiat.

Artikel ini diarsipkan pada kategori : Tірѕ-dаn-саrа

Post a Comment for "Bagian-bagian mesin mobil yang tidak boleh kena air"